Blog, New Normal, Situs Wisata, Tak Berkategori

Explore Belitung Timur – Negeri Laskar Pelangi

Explore Belitung Timur – Negeri Laskar Pelangi

Belitung Timur adalah salah satu destinasi yang pasti & wajib wisatawan kunjungi saat anda berkunjung ke Pulau Belitung, kota ini adalah salah satu tempat yang indah di Indonesia yang sering disebut negeri Laskar Pelangi.  Di Belitung Timur terdapat beberapa destinasi wisata menarik bahkan bisa dibilang tempat yang hits. Di sini kamu bisa temui 7 destinasi wisata terbaik di Belitung Timur. Untuk kemu yang ingin mengunjungi Destinasi tersebut bisa melewati Travel Belitung Cantik Inilah tempat yang harus kamu datangi :

  1. Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi

Bagi anda yang sudah nonton film Laskar Pelangi, Pasti ingat dengan tempat yang satu ini kan. Ya, SD Muhammadiyah Gantong. Salah satu sekolah yang digunakan sebagai lokasi syuting film tersebut. Film yang dirilis pada tahun 2008 karya Riri Riza ini mendapat sambutan yang luar biasa. Film yang telah ditonton jutaan orang ini mendapat kesan positif.

Film Laskar Pelangi merupakan adaptasi dari buku “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata. Hampir semua pemeran dalm film ini diperankan oleh penduduk local Belitung, sehingga menjadi lebih menyatu antara tempat syuting dan pemerannya. Replika  SD Muhammadiyah Gantong menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjung di Belitung Timur. Sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini untuk berfoto. Saya pun tak ketinggalan berfoto disini.

Umumnya, di hari libur tempat ini sangat ramai pengunjung. Untuk masuk ke tempat ini sangatlah terjangkau, hanya membayar Rp. 5.000,- saja kamu sudah bisa masuk dan berfoto di replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi. Tapi jangan terlalu asyik dan lama-lama untuk foto di sini, karena masih ada spot menarik lainya.

  1. Rumah Keong Rotan

Setelah mengunjungi sekolah laskar Pelangi, saatnya ke rumah keong Belitung. Lokasinya tak terlalu jauh dari replica SD Muhammadiyah Laskar Pelang, karena lokasinya di seberangan. Uniknya rumah-rumah ini terbuat dari anyaman rotan. Rotan tersebut dibuat lengkungan, sehingga mirip sebuah keong.

Rumah keong ini terletak di sebuah dermaga, namanya dermaga Kirana. Di sini, kamu bisa melihat pemandangan yang apik, ada danau dan perahu-perahu yang unik. Perahu tersebut berwarna-warni seperti warna merah, kuning, hijau, biru, dan putih. Air di danau tersebut sangat tenang, bahkan bisa menenangkan jiwa (refreshing alam). Tapi kamu dilarang berenang di sini ya, karena danau ini sangat dilindungi agar kehidupan di air tersebut tidak terganggu

Kamu bisa bersantai-santai di sini sambil menikmati pemandangan danau dan beteduh di rumah keong. Untuk masuk ke lokasi ini, kamu hanya merogok kantong sebesar Rp. 5.000,- per orang. Dengan biaya seperti itu, kamu bisa berfoto sepuasnya merasakan seperti di dalam sebuang keong.

  1. Museum Kata Andrea Hirata

Andrea Hirata adalah Seorang penulis buku “Laskar Pelangi” yang mengisahkan tentang mirisnya fasilitas sekolah yang ada di Desa Gantong. Sekolah tersebut bisa dikatakan tak layak pakai, namun karena mempunyai mimpi besar akhirnya ada 10 anak yang bersekolan di sini dan 2 orang guru dan 1 orang kepala sekolah. Kisah tersebut berdasarkan pengalaman Andrea Hirata saat ia masih bersekolah dulu. Akhirnya jadilah karyanya menjadi sebuah novel dan film.

Setelah sukses membuat karya novel dan film Laskar Pelangi, ia pun mendirikan Kuseum Kata di kampong halamannya pada tahun 2010. Museum ini berisikan berbagai macam literatur, seperti literatur anak, film, music, seni, dan lainnya. Museum ini sangatlah menarik perhatian, karena bangunannya berhiaskan warna-warna cerah. Ditambah lagi, banyak sekali kata-kata yang menghiasi dindingnya.

Untuk masuk ke dalam museum, kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 50.000,- dan kamu juga akan mendapatkan sebuah buku karya Andrea Hirata atau CD Lagu OST film Laskar Pelangi. Liburan sambil belajar kata-kata, di sinilah tempatnya.

  1. Kampoeng Ahok / Kampoeng Fifi

Pasti kamu tahu kan atau pernah dengar dengan nama Basuki Tjahja Purnama, lebih sering disebut Ahok? Salah satu orang yang pernah menjabat sebagai kepala daerah yang sangat terkenal. Dengan gayanya yang bijaksana dan tegas bisa membuat perubahan yang baik untuk daerahnya. Eits, tapi saya tidak membahas detail beliau ya, tapi mencertiakan pengalaman saya ketika mengunjungi kampung halaman beliau.

Ahok dilahirkan di sebuah daerah Belitung Timur, lebih tepatnya di Manggar. Sejak Ahok menjadi terkenal, ada satu daerah di manggar di sebut “Kampoeng Ahok” dan sekarang menjadi salah satu ikon destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

Hal yang unik dari Kampoeng Ahok adalah rumah panggungnya. Disaat bentuk rumah daerah sudah tidak seperti dulu, namun di sini masih mempertahankan bentuk rumah panggungnya. Menurut saya, inilah yang perlu dilestarikan agar generasi kita nanti masih bisa merasakan rumah kakek-nenek moyangnya.

Untuk bisa masuk ke Kampoeng Ahok, kamu tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Didalamnya kamu bisa melihat berbagai macam oleh-oleh khas Belitung. Ada sambal, baju, keripik, dan lainnya. Kamu bisa beli oleh-oleh khas Belitung di sini juga. Jadi sekalian explore Belitung Timur, sekalian beli oleh-oleh.

  1. Warung Kupi Manggar

kalau anda pergi ke Belitung Timur belum lengkap rasanya jika tidak menyicipi yang namanya Kupi Manggar. Di sana ada yang namanya “Warung Kupi Manggar” yang sangat terkenal. Kamu bisa mampir dan menyicipi kopi khas Manggar yang sangat terkenal tersebut.

  1. Vihara Dewi Kwan Im

Vihara ini merupakan tempat ibadah bagi umat Budha, dan kalau kamu ke Belitung Timur terdapat viahara terbesar dan tertua yaitu Vihara Dewi Kwan Im. Setiap hari, vihara ini banyak dikunjungi oleh orang-orang baik yang beribadah maupun yang berwisata.

Hal terunik yang ada di vihara ini yaitu patung Dewi Kwan Im yang sangat tinggi. Konon ceritanya, Dewi Kwan Im pernah bersembahyang di vihara ini. Itulah asal muasal vihara tersebut di beri nama vihara Dewi Kwan Im. Jika kamu pergi kesana, kamu seperti berada di film Sun go kong lho.

Ternyata vihara tersebut sudah berusia lebih dari 260 tahun lho. Untuk mencapai ke atas atau dekat dengan patung Dewi Kwan Im, kamu harus menaiki anak tangga yang berjumlah sekitar 86. Tidak terlalu capek kok untuk sampai keatas. Banyak kok orang yang sudah lanjut usia bisa sampai di atas, jangan sampai kalah sama mereka ya, hehehe.

Selain bisa berfoto di patung Dewi Kwan Im, kamu bisa melihat pemandangan alam yang begitu hijau. Karena persis di belakang vihara ini terdapat gunung yang menyuguhkan keasrian alamnya. Nama gunung tersebut adalah gunung Burung Mandi. Setelah puas berwisata di vihara ini, kamu bisa melanjutkan ke tempat berikutnya yaitu pantai Burung Mandi yang jaraknya tak begitu jauh.

  1. Pantai Burung Mandi

Asal muasal nama pantai tersebut karena konon dahulu kala pantai tersebut menjadi tempat mandi burung-burung. Tapi ada juga yang menyebutkan bahwa pantai tersebut sangat dekat dengan bukit gunung Burung Mandi. Makanya pantai tersebut dinamakan pantai Burung Mandi.

Lokasinya tak begitu jauh dari vihara Dewi Kwan Im lho, tapi ketika saya datang ke sana pas banget hujan turun. Jadilah saya tidak bisa bermain dan eksplor lebih lama lagi, sehingga. Hanya mampir sebentar dan kemudian melanjutkan perjalanan lagi untuk cari tempat menarik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *